RSS
Tampilkan postingan dengan label Artikel Q. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Q. Tampilkan semua postingan

Mengenal Guru Yang bisa memotivasi Siswa

S

alah satu ciri guru yang bisa memotivasi adalah antusiasme, mereka peduli dan paham dengan apa yang diajarkannya dan mengkomunikasikannya dengan murid bahwa apa yang sedang mereka pelajari itu penting. Ia memberikan teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi siswanya.
Ciri-ciri guru yang berkualitas dan bisa memotivasi siswa adalah guru yang melakukan hal-hal sebagai berikut :

1.Menjadi manajer yang baik yang mampu merencanakan,mengelola, mengorganisasikan serta mengevaluasi kelasnya, murid-murid akan merasa aman dan nyaman bersamanya

2.fasilitator yang memperlakukan semua siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bertanggungjawab

3.Memberikan pengaruh arus balik yang bersifat korektif

4.Memberikan test-tes yang adil, penilaian yang bersifat informative

5.Membantu murid-murid untuk menyadari bahwa mereka sedang tumbuh dalam persaingan dan keunggulan.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Guru kecil di dalam kelas

Guru kecil di dalam kelas

A

rtikel ini saya tulis ketika waktu istirahat, kemungkinan besar ada penulis lain yang sudah menuliskannya, tapi tidak apa – apa sebgai tambahan artikel untuk mengisi kegiatan blogging
Guru kecil yang penulis maksud bukan “Guru yang berbadan kecil”, melainkan siswa, murid atau santri yang menggantikan posisi guru dalam pengulangan materi yang sudah di ajarkan oleh “Guru Besar “di kelas. Penempatan Guru Kecil di setiap kelas bertujuan agar siswa yang malu bertanya, takut, atau kurang PeDe bisa bertanya langsung kepada teman sekelas yang sudah menguasai pelajaran.

Pemilihan Guru Kecil atau bisa disebut ketua kelompok belajar, dipilih dari kemampauan atau kapabilitas dari masing – masing siswa. Kita pasti sangat tahu bahwa masing – masing siswa mempunyai different ability (kemampuan yang berbeda) dalam menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru yang berbeda- beda. Ada beberapa siswa yang hanya menguasai pelajaran Bahasa Inggris dan siswa yang lain menguasai pelajaran Matematika. Dari dasar fenomena di atas, penulis mencoba membuat system knowledge sharing (berbagi ilmu) hehehe sama seperti para blogger yang saling berbagi Tips – Tips untuk mempercantik blognya.

pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepedensi efektif diantara anggota kelompok (Sugandi, 2002: 14). Hubungan kerja seperti itu memungkinkan timbulnya persepsi yang positif tentang apa yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai keberhasilan belajar berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari anggota kelompok lain selama belajar bersama dalam kelompok. Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong, yaitu:

a. Saling ketergantungan positif.
b. Tanggung jawab perseorangan.
c. Tatap muka.
d. Komunikasi antar anggota.
e. Evaluasi proses kelompok.
1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif


Mungkin hampir sama dengan ketua kelas juga yang Memimpin teman- teman di kelas supaya tertib. Kalau ada masalah dengan pihak guru, ketua kelas yg maju dan mengutarakannya ke Ketua Kepala sekolah mewakili suara teman2 sekelas. Kalau kelas kotor, ketua kelas harus cari petugas piket hari itu siapa dan suruh bersihkan kelas yg kotor. Pokoknya namanya ketua yah berarti pemimpin. Jadi bertugas memimpin teman2 supaya patuh pada peraturan, tertib, tdk berisik di kelas..
Nah, Yang namanya Ketua Kelompok atau Guru Kecil bertugas menjadi mediator ketika tidak mendapatkan solusi ketika melakukan diskusi didalam kelas. Guru kecil ini akan menjumpai Guru pelajaran yang bersangkutan Untuk meminta jawaban yang benar dan cara menyelesaikan Susah yang dianggap susah.

Si guru kecil juga diharapkan agar lebih dekat dengan Guru agar segala permasalahan belajar bisa langsung ditanyakan ke guru yang bersangkutan

sumber: Taufar Teuku Bantalidan
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dari Jurnalis, Interpreter hingga Guru

Dari Jurnalis, Interpreter hingga Guru

B

ertugas menjadi Peneliti Media Merangkum berita dan membuat riset, menjadi sebuah kerjaan harian di Info Aceh bagian Produksi media dan riset. Itu saya lakoni hingga 6 bulan, dari Lembaga tersebut saya belajar Menulis, Menulis dan menulis walaupun masih belum bisa sampai hari ini,,hehehhehe. Merangkum berita dan melakukan riset (conflict mapping methodology) dalam masa decommissioning (Pemusnahan senjata) dan pada tahap withdrawal (penarikan pasukan TNI) di Aceh. Senang rasanya bisa bekerja bersama sobat – sobat yang pantas di acungkan 2 jempol yang sekarang mereka berprofesi sebagai Wartawan Muda Handal. Mereka sudah sangat mapan untuk berkecimpung di dunia Jurnalis, Di antara sobat – sobat yang masih membekas di hati di antaranya Novia Liza, Malik Ridwan, Yusmadi dan Mahfud Marzuki (Bossnya INFOACEH).

Setelah 6 bulan berlalu ternyata setelah wawancara saya dinyatakan lulus sebagai penerjemah dan asisten produksi (Translator and production assistant) disebuah NGO asing di banda Aceh untuk pembuatan documenter Kisah – kisah anak korban Tsunami yang sudah Yatim Piatu. Dan setelah 3 bulan ternyata ada lowongan kerja sebagai tranlastor dokumen kantor di Save The Children (Office Translator). Pokoknya pengalaman makin bertambah seiring banyaknya tempat saya bekerja.
Ditahun 2009 dipanggil wawancara dan lulus untuk menjadi Interpreter dan bertugas di Takengon, Aceh Tengah. Meskipun belum terbiasa dengan Bahasa Inggris “Agricultural” Penulis memberanikan diri untuk terjun langsung bersama kawan – kawan dari FLO (Fairtrade Labeling Organization) yang dipimpin langsung Oleh Mr. Raj singham dari Srilanka. Lumayan juga sich bisa menikmati pemandangan Alam yang super Indah. Pengalaman menjadi penerjemah dan translator juga membawa sesuatu yang sangat bermanfaat. ketemu dengan berbagai Orang- Orang asing yang, jalan kaki ketika melakukan inspeksi dan melakukan Tanya jawab dengan para petani Kopi, Naik turun Gunung demi mencari berita, lelah ? so pasti.

Menjadi guru menurut saya adalah bukan sebuah cita – cita dari saya, berdasarkan pengalaman saya dipercayakan untuk mengajar dibeberapa sekolah, baik Negeri maupun Swasta. Di antaranya : Dayah Ulumuddin Islamic Boarding School, SMAN 1 MATANG KULI, Darul Ulum Islamic Boarding School Lhokseumawe, FLI (Foreign Language Institute) Lhokseumawe, SMPN 1 LHOKSEUMAWE RSBI, Tempat Kursus CEFOLT (Centre For Foreign language Training) Aceh Utara, Nah, dari beberapa tempat tersebut saya mendapatkan pengalaman yang berbeda – beda, murid bandel, usil, malas belajar. Tapi sebenarnya banyak hikmah yang bisa kita petik. Mengajar seakan menghipnotis saya, sehingga saya semakin ingin dan ingin berbagi walaupun hanya sedikit ilmu dan keterbatasan yang saya punya.

Taufar Teuku Bantalidan
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Mengatasi Perilaku Nakal Siswa DiKelas

Cara Mengatasi Perilaku Nakal Siswa DiKelas

S

ebagai seorang Guru peran kita sangatlah fital di sekolah apalagi kita seorang Gurukelas maupun bidang studi apa yang harus kita lakukan. Sebaik dan sebagus apa yang Gururancang dan ciptakan ldiingkungan kelas yang positif perilaku bermasalah pada siswa ataumurid akan muncul. Sebagai harus bisa menghadapinya dengan cara efektif dan tepat waktu.Hal ini mencakup beberapa hal yang harus dilakukan seorang Guru kelas/bidang studisaat menemukan atau menhadapi permasalah perilaku siswa atau murid dalam kelas.
STRATEGI MANAJEMEN KELAS

Ini merupakan strategi guru dalam mengatur kelas, Pakar manajemen kelas CarolynEvertson dan rekannya membedakan manajemen kelas menjadi 2 diantara intervensi minordan moderasi dalam menangani perilaku bermasalah.

A.INTERVESI MINOR

Sebuah permasalahan dalam kelas yang hanya mengunakan intervesnsi minor atau kecil,masalah-masalah yang kerap muncul biasanya mengganggu aktifitas belajar di kelas. Misalnya,murid mungkin ribut sendiri, meninggalkan tempat duduk tanpa ijin, bercanda sendiri, ataumemakan permen di kelas. Strategi yang efektif antara lain adalah:

1.Menggunakan isyarat non verbal

menjalin kontak mata dengan murid. Kemudian beri isyarat atau ekspresi dengan meletakkantelunjuk jari di bibir anda, menggeleng kepala, atau menggunakan isyarat tangan untukmenghentikan perilaku tersebut.


2.Melanjutkan aktifitas belajar

kan terjadi suatu jeda dalam transisi aktifitas dalam kegiatan belajar mengajar, dimanapada jeda tersebut murid tidak melakukan aktivitas. Saat itu, murid akan kesana kemarimeninggalkan tempat duduknya, mengobrol dengan temannya, bercanda dan mulai ribut.Langkah atau strategi yang tepat adalah tidak mengkoreksi tindakan mereka tetapi segeramelanjutkan aktifitas baru berikutnya, masuk sub bab baru atau bab baru dalam pelajaran.

3.Dekati murid atau siswa yang rebut atau ramai

Disaat murid mulai bertindak menyimpang atau ramai. Guru cukup mendekatinya, secaraotomatis siswa biasanya dia akan diam sendiri.


4.Mengarahkan Perilaku Siswa

Apabila murid/siswa mengabaikan tugas yang kita perintahkan, guru mengingatkansiswa/murid tentang kewajibanny. Guru bisa berkata, ´Baiklah, ingat, semua anak - anakharus bisa menyelesaikan soal matematika ini.


5.Memberi instruksi yang dibutuhkan

Kita melihat siswa melakukan kesalahan kecil saat tidak memahami cara mengerjakan tugasyang di berikan. Untuk mengatasinya Guru harus memantau atau memperhatikan murid/siswadan memberi petunjuk jika siswa membutuhkan.

6.Menyuruh murid berhenti dengan nada tegas dan langsung

Menjalin kontak mata dengan murid/siswa, bersikap asertif, dan menyuruh muridmenghentikan tindakannya. membuat pernyataan, singkat dan memantau situasi sampaimurid/siswa patuh terhadap perintah guru. Strategi ini bisa dilakukan denganmengkombinasikan strategi mengarahkan perilaku murid.

7.Memberi murid pilihan

Memberi murid/siswa tanggung jawab dengan dua alternatif pilihan, bertindak benar ataumenerima konsekuensi negatif. Memberi tahu murid/siswa apa tindakan benar itu dan apakonsekuensi bila melanggar.



B.INTERVENSI MODERAT

Ada Beberapa perilaku siswa/murid yang salah membutuhkan Intervensi yang lebih kuatdibandingkan yang baru saja dipaparkan pada intervensi minor di atas, contoh, ketika muridmenyalahgunakan aktifitasnya, mengganggu, keluar dari kelas, mengganggu pelajaran, ataumengganggu pekerjaan murid lainnya. Berikut adalah strategi yang bisa dilakukan:

1.Jangan member privilese atau aktivitas yang mereka inginkan

Apabila seorang guru memperbolehkan murid untuk berkeliling kelas atau mengerjakan tugas dengan murid lain dan murid/siswa malah menyalahgunakan
privilese
yang guru berikan atau mengganggu pekerjaan temannya, maka anda bisa mencabut
privilese
nya.


2.Membuat perjanjian behavioral

Membuat perjanjian yang bisa disepakati dan diterima oleh semua murid. Perjanjian ini harus mencakup semua masukan dari kedua belah pihak yaitu guru dan murid. Jika muncul problematau masalah dan murid tetap keras kepala, guru bisa merujuk pada kesepakatan bersama yang telah dibuat.


3.Pisahkan atau keluarkan murid dari kelas

Apabila murid bersenda gurau dan bersikap tidak mengindahkan peringatan Guru, Sebagai Guru bisa memisahkan Murid yang nakal dari murid disekitarnya ataupun mengeluarkannya dari dalam kelas.



4.Mengenakan hukuman atau sanksi

Menggunakan hukuman atau sanksi sebaiknya tidak melakukan tindakan kekerasan, tetapi bisa dilakukan dengan memberikan tugas mengerjakan soal atau menulis halaman tambahan.
Ini merupakan sebuah kumpulan teori atau pendapat yang berkaitan dengan bagaimanamengatasi permasalah siswa dalam kelas, pengalaman dan inovasi dari Guru juga bisadilakukan,


selamat Mencoba nya, Somaga Sukses menjadi Guru Sejati

Berbagai sumber
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tampar Murid, Guru Balas Ditampar Wali Murid

S

ambil Ngopi di ALYA CAFÉ sambil membuka laptop butut yang saya punya, saya mencoba membuka artikel di google tentang “Masalah Yang dihadapi Guru” dan saya mendapatkan sebuah artikel yang cukup menarik tentang Guru Vs Wali Murid..dan saya memposting di rumohtaufar.blogspot.com dan http://taufarb.blogspot.com. Artikel ini sebelumnya pernah dimuat di www.indosiar.com

Tampar Murid, Guru Balas Ditampar Wali Murid
indosiar.com, Demak - Karena menampar siswanya yang bandel, seorang guru SMP Negeri di Demak, Jawa Tengah dianiaya orang tua siswa yang tidak terima dengan perlakuan yang menimpa anaknya. Orang tua siswa pelaku pemukulan guru tersebut akhirnya ditahan oleh petugas Polsek setempat.
Kasus pemukulan siswa SMP Negeri I Sayung Demak, Jawa Tengah oleh seorang guru yang akhirnya dibalas oleh orang tua siswa ini bermula dari pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Fajar Nur Habibi pelajar kelas 3B sekolah ini.
Habibi ditegur Sofyan, guru BP karena memakai sepatu warnanya yang tak seragam. Ditegur baik - baik Habibi malah mencemooh sambil mengumpat dengan kata - kata kotor. Spontan, Sofyan marah menampar wajah muridnya itu.
Akibat tamparan di wajah ini Habibi sempat tak sadarkan diri hingga dirawat Puskesmas setempat. Tak terima dengan perlakuan yang menimpa anaknya ini Guntur, orang tua Habibi akhirnya mendatangi sekolah dan langsung menghajar Sofyan, guru BP.
Guntur orang tua siswa pelaku pemukulan guru akhirnya dijemput petugas Polsek Sayung Demak dan langsung ditahan. Kasus pemukulan siswa oleh guru yang dibalas oleh orang tua siswa ini mengundang keprihatinan para guru SMP Negeri I Sayung Demak.
Sejumlah perwakilan guru yang mendatangi Polsek Sayung untuk memberikan keterangan terlihat emosional saat meluruskan kronologis kejadian di sekolah mereka.
Menurut para guru tindakan menampar siswa seperti itu disekolah merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari mendidik para murid untuk disiplin. Siswa tersebut terbilang anak nakal dan sempat melontarkan kata - kata kotor saat ditegur gurunya. (Agus Hermanto/Dv).



Dan ini kutipan komentar dari pembaca:

25-Sep-2011 17:58:03 WIB by hanee toto
pagi tadi (25/9) saya lihat berita di TV swasta, siswa balas pukul gurunya karena si guru melempar wajahnya dengan bola disebabkan si anak yang mengerjai gurunya. Seperti tak ada rasa segan dan hormat dengan sang guru. Si ortu marah dan si anak itu disuruh balas memukul kepala gurunya di depan seluruh warga sekolah dan petugas polisi. OOHH,,,kemana rasa hormat kepada yang lebih tua terutama guru yang mendidik dan memberi ilmu pada kita. Guru tadi memang salah, pi jauh lebih salah lagi si murid yang menurutku akan jadi KUALAT dengan GURUNYA. aku yakin murid yg kurang ajar dengan gurunya seperti itu hidupnya akan sengsara, begitupun orang tuanya yg mengajarkan akhlak seperti itu.

12-Dec-2007 19:30:32 WIB by calon guru indonesia
pak guru tidak akan bertindak seperti itu klo bukan si murid yang memulai. anak jaman sekarang tidak mengerti tata krama!!! jangan salahkan guru jika memang harus mengajari murid bagaimana seharusnya bersikap, tapi dengan cara2 yang berpendidikan. bukankah guru harus digugu dan ditiru, tentu saja sikapnya yang baik....

12-Dec-2007 18:42:05 WIB by Taufik Abdullah Thalib
Kasus seperti ini sering terjadi diplosok tanah air, kalau dilihat dari konteks yang ada dua-dua salah, adalah kewajiban guru untuk mendidik murid, tapi jika sampai urusan rumah sakit yang sudah kelewatan, dan bagaimana pun juga tindakan orang tua wali murid adalah salah, guru tetap harus dihargai pak, kalau main pukul lebih baik guru diberi latihan silat untukbela diri

Taufar Teuku Bantalidan
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Guru Favorit Di Mata Murid

K

ami mengajar dari jam 7:30 pagi hingga jam 3:40 sore. Jam Sore banyak murid yang sudah Gerah ketika mereka berada di ruangan.” The Show Must Goes On” kewajiban harus tetap dilaksanakan dan kami (Guru) pantang menyerah untuk mengajar dengan penuh semangat. Kami harus membuat suasana belajar menyenangkan selama 2 X 45 Menit ke depan. Saya Juga ingin berbagi tentang seorang guru yang juga saya mengangap beliau professional walaupun masih berusia Muda. Pak M. Nur, S.Pd, seorang guru MATEMATIKA Yang mempunyai metode menyenangkan dalam mengajar, siswa relaks bertanya, dan beliau juga sangat ingin tahu tentang kepribadian muridnya sehingga beliau sangat disenangi oleh murid – muridnya.
Betahnya Murid belajar di dalam kelas juga tidak terlepas dari karakter guru dalam menyampaikan materi sehingga tak jarang murid menginginkan guru tersebut gara mengajari mereka hingga mereka tamat dari sekolah tersebut. Tak jarang juga, kalau peran seorang guru di anggap sebagai pemeran “antagonis” atau sebutan “Killer”di dalam kelas sehingga murid merasa kalau pembelajaran tidak “PAKEM”
Jatuh cintanya murid kepada Guru membuat mereka mempunyai rasa dan kemauan untuk lebih mendalami pelajaran yang di sampaikan. Pengalaman saya ketika masih belajar di Senior High school di Ulumuddin Islamic Boarding School di Tahun 2000 sampai dengan 2003. Dulu Guru Bahasa Inggris kami bernama Mr. Munawar Abu Bakar, beliau begitu semangat ketika mengajar dan selalu memompa semangat kami tentang “pentingnya Bahasa Inggris di Zaman Era Globalisasi”. Percaya atau tidak, banyak kawan – kawan seperjuangan saya, selalu ingin diskusi, short conversation Practice, dan doing English Exercise bersama di lingkungan Dayah meskipun dengan Bahasa Inggris Ala Aceh. Sampai hari ini saya masih mengingat kenangan bersama beliau. Hasilnya banyak di antara letting 2003 yang bahasa Inggrisnya masih lumayan hingga sekarang.
Banyak hal terkadang terabaikan ketika guru Mengajar di dalam kelas :

1.Kejar Materi dan kejar silabus
Guru yang merasa tidak nyaman dalam menyampaikan materi alias takut ketinggalan silabus, tak ayal kalau siswa merasa kalang kabut dalam menerima pelajaran dan mereka hanya menjadi penonton yang budiman dan malas untuk bertanya.

2.Kurang Mengenal si Anak Didik.
Anak didik yang jarang disebut atau dipanggil namanya biasanya mereka akan merasa acuh dan merasa kurang diperhatikan, sehingga banyak murid yang pendiam hanya merasa kalau pelaran yang disampaikan hanya buat mereka yang rangking 1, 2 atau 10 besar. Pengalaman seperti ini juga pernah saya rasakan ketika saya bersekolah di sebuah sekolah menengah pertama negeri Favorit di Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara. Malah ada yang salah dalam memberikan nilai siswa (hehehe padahal Murid tersebut sudah pindah, Koq nilainya ada ya?)

3. Memberian Reward (penghargaan) kepada siswa yang sebelumnya acuh dan sering cabut dari kelas.
Nah ini adalah satu saran dari Pak Azhari Banta Ali kepada saya sebelum saya mengajar, dan terbukti kalau siswa yang dahulunya malas, tidak semangat, mengantuk dan sering cabut. Dengan diberikan pinsil atau permen mereka merasa diperhatikan dan semakin semngat untuk Belajar.

4.Terlalu Kaku

5.Jarang memberikan Nasehat atau pengalaman orang sukses berawal dari ketidakmampuanya.
15 menit sebelum mengakhiri pelajaran, menurut saya baiknya digunakan untuk memberikan nasehat atau motivasi untuk para anak didik. Pembelajaran menjadi semakin menarik dan menambah keakraban dengan si murid.

Semoga kita semakin baik dalam mencerdaskan anak bangsa. Mengajar mereka seperti mengajar anak kita sendiri. Mungkin saya juga masih sangat kekurangan dalam segala hal, dan juga saya masih termasuk guru junior yang masih harus banyak belajar dari Guru – guru yang sudah senior. Tulisan singkat saya ini adalah sebuah Curhat dari pengalaman – pengalaman yang saya alami dan sobat-sobat guru yang lain. Dan tulisan ini akan saya simpan di dalam Tas Guru Aceh (Berjuang Untuk Belajar Dan Mengajar Untuk Mencerdaskan Generasi Bangsa).
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Antara aku, Kalian, dan Kutu Busuk

Antara aku, Kalian, dan Kutu Busuk

I

ni bisa saya sebut dengan tulisan kangen buat sobat – sobat yang diwisudakan dari dayah Ulumuddin Islamic Boarding School tahun 2003. Sobat – sobat itu entah kemana sekarang? Tapi saya yakin kalau mereka masih di bawah lindungan Allah Swt. Artikel ini saya beri judul dengan “Antara Aku, Kalian, Dan Kutu Busuk”…ckckckc jelek ya judulnya??

Saya yakin kalau antum masih sangat familiar dengan nama- nama Ust. Aqil Arrani, Ust. Junaidi Ilyas, Ust. Ali Sholeh, Ust. Basyiran. Ust. Munawar Abu Bakar, Ust. Muhibbuddin, Ust. Nasir, Ust. Asnawi Abdullah dan masih banyak nama – nama guru kita yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Perjuangan beliau yang sudah mencerdaskan kita patut kita berterima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya. Ulumuddin adalah sebuah lembaga dimana kita menuntut ilmu, beristirahat, dan berjihad di Jalan Allah SWT.

ANTUM tentu tidak bisa melupakan kenangan tentang kebersamaan kita, ketika kita tinggal disebuah atap, Makan di dapur Yang sama, di arahkan oleh guru – guru tercinta kita, meskipun beliau sekarang tidak lagi MENGAJAR di dayah Ulumuddin tercinta, tetapi nama mereka masih membekas di hati kita masing – masing. Dari judul Artikel saya ada kesebut kutu busuk ya? Maklum, kita dulu pernah bobok,,eippsss agak lebay,,istirahat dengan ditemani si KUTU BUSUK, tapi itulah part of adventure (bagian dari perjuangan) kita untuk jenjang yang lebih tinggi. Gigitan si kutu busuk juga terkadang membangunkan kita untuk shalat tahajjud dan sholat subuh tepat waktu, Luar biasa! That’s amazing.

Teriakan Ustad Asnawi ketika menjelang subuh dan siraman air dari Ustad Nasir (sekarang beliau menjadi seorang anggota dewan ) ketika kita menikmati tidur itu masih menjadi kenangan terindah hingga hari ini. Sobat – sobat tercintaku mungkin sekarang sudah menyebar dimana- mana, ada yang menjadi dosen, pengusaha, guru, PNS, dan menjalani profesi yang berbeda – beda. KUTU BUSUK menjadi saksi antara Aku dan Kalian.

Penulis yang sekarang berprofesi sebagai guru bahasa inggris disebuah intansi swasta, dulu juga tidak terlepas dari pelanggaran bahasa, pukulan rotan di tangan dan kaki ketika kita melanggar bahasa (berbahasa Aceh dan Bahasa Indonesia) yang diharamkan oleh Guru – guru kita yang bertujuan untuk memperlancar kemampuan “BILINGUAL” Yaitu bahasa inggris dan Bahasa Arab. Namun, sekarang kita sudah merasakan bahwa pentingnya menguasai bahasa untuk menghadapi Era Global.

Tulisan singkat ini mungkin menjadi “Unforgetable Moment Note” buat kita bersama, saya juga menyempatkan menuliskan Biography singkat Antum (catatan dulu hingga sekarang) semoga bermanfaat dan menjalin keakraban dan meningkatan keakraban untuk saling berbagi. Untuk Biography Leting 2003 atau Alumni ke – 7. Klik disini. Kalo biography sobat belum saya cantumkan, ada yang kurang dan harus diperbaiki.kirimkan biography antum ke email saya: bantataufar@gmail.com
Atau Via Facebook saya :taufar_2nd@yahoo.com. okey ! saya tunggu kiriman antum

BERSAMBUNG…
Taufar Teuku Bantalidan
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Surat Salah, salah siapa ?

J

am 9 pagi di tanggal 30 Nopember 2011, saya berangkat ke beberapa kantor dengan maksud untuk menjajaki tempat magang Murid – murid kelas 2 Esemka, yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2012. Dengan tergopoh- gopoh, saya langsung menjumpai seseorang yang bertanggung jawab dalam penyiapan Surat menyurat. Surat itu sudah disiapkan sehari sebelum keberangkatan dan tentunya si penulis dan yang menantangani sudah membaca, mengerti dan memahami isi surat tersebut tentang isi, maksud dan tujuan dalam surat.

Saya langsung diminta untuk menjumpai Orang tersebut untuk mengambil dan mengirim ke kantor – kantor yang sudah ditentukan sebagai target magang. Karena surat tersebut sudah di amplop maka saya mengambilnya dan menghitungnya sata persatu serta alamat kantornya. Maklum, saya ditunjuk sebagai salah satu Guru pembimbing dalam rangka menyukseskan tempat dimana mereka akan masuk ke dunia kerja walaupun hanya sebatas membantu Staff di kantor tersebut.

Dengan sepeda motor butut yang saya miliki, saya memberanikan diri untuk menyelesaikan misi di hari itu,,hehehehe (masih newbie untuk menjadi Pak Pos )ternyata ada kawan yang super setia (Mr. Munawar Ismail, SHI) yang rela menemani saya (Bermandikan peluh di bawah terik matahari)seSampai di sebuah kantor, ucapan salam yang pertama saya sampaikan kepada masyarakat Kantor tersebut dan langsung mengutarakan maksud dan tujuan kami datang kesana.


Nah, saya langsung menemui seorang Bapak (yang berkepala agak plontos) dan ini percakapan singkat saya dengan beliau.
Saya : Assalamu alaikum!
Admin : Wa’Alaikum salam, silahkan masuk! Ada yang bisa kami bantu pak?
Saya : begini pak! maksud dan tujuan kami datang kemari untuk menjajaki tempat Magang buat siswa kami yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Januari sampai dengan tanggal 13 April 2012.
Admin : Owww,,Yaya, Bapak ada bawa surat permohonannya?
Saya : (sambil membuka tas dan mengambil suratnya) Ada, Ini Pak!.
Beliau mengambil dan membuka surat tersebut dan membacanya dengan sangat teliti (hehhehe taunya sich dari raut wajahnya yang amat serius) setelah 1 menit beliau membacanya, beliau diam dan tersenyum.
Admin : (sambil tersenyum beliau mengatakan) Tapi ada kesalahan di surat anda, anda harus secepatnya memperbaikinya, coba perhatikan ini (sambil menunjuk ke surat )!
“Sehubungan dengan rencana Praktek Kerja Industri (Prakerin) siswa SIKULA INI ITU Tahun
2011/2012 mulai tanggal 16 Januari 2011 s.d tanggal 13 April 2011”.
Saya Langsung pulang dengan wajah memerah bercampur MALU,,Huffft,,Mimpi apa ya semalam ??

Buat rekan – rekan pasti bertanya – Tanya, dimananya sich yang salah dari si Surat itu? Magang yang
dilaksanakan pada tanggal `16 Januari 2012 dan berakhir Tanggal 13 April 2012. Penasaran ?
Perhatikan Kutipan surat tersebut secara seksama:
“Sehubungan dengan rencana Praktek Kerja Industri (Prakerin) siswa SIKULA INI ITU Tahun
2011/2012 mulai tanggal 16 Januari 2011 s.d tanggal 13 April 2011”.

Cekidot bro! KESALAHANnya terdapat pada penulisan Tahunnya, artinya Magang sudah
dilaksanakan (untuk apa lagi kirim permohonan sedangkan agenda sudah kelar 10 bulan yang lalu
wkakkakakakka,,dan penulisan surat yang benar dan teliti itu sangat berpengaruh besar
kesuksesan program yang akan dilaksanakan!
Nah, dari hasil percakapan tadi sudah menjadi KENANGAN YANG TAK BISA TERLUPAKAN
SHAMEFULL banget kalo di inget terus.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WIFI SINIS , Mie Bang MIS tidak LARIS

S
iang itu sambil menikmati Teh TARIK dingin plus Magnum Filter 234, terduduk saya di pojok sebuah warung Kopi Aceh di ALYA CAFE Lhokseumawe (Itu sich singkatan dari penulis, kalo panjangnya ALue raYa CAFÉ), saya melihat seseorang yang terduduk lesu di dekat Rak Mie goreng di Depan Café ALYA. Akhirnya penulis mencoba menebak - nebak dalam hati kalo itu adalah Bang Mis, Sang penjual Mie goreng special di seputaran kota Lhokseumawe.Mie beliau yang banyak diminati mulai dari kalangan Mahasiswa, Masyarakat dan Facebooker kini sepi pembeli, belum ada pembeli yang datang, biasanya kalo jam segini sudah 10 – 15 piring terjual.

Bang Mis (itu nama panggilannya, tapi bukan Miss Universe lho) dan nama tersebut juga tertulis di depan Rak mienya sebagai ajang promosi beliau,,di Sore tanggal 16 Januari, Si WIFI memutuskan hubungan mesra dengan para Facebooker, twitterer, blogger dan para Downloader. Padahal, tiada hari tanpa pengunjung dan mereka sangat puas dengan pelayanan cepat, bersih dan professional dari Aduen Mahdi Ulka, Ayie Ganteng Dan Deq Wandi.Sejak si WIFI menghilangkan Signalnya. Akhirnya, CAFÉ ALYA Ditinggal oleh para – para Juru pegang Laptop dan kondisi warkop menjadi kosong pengunjung total . hingga ke esokan harinya, penulis mampir hanya untuk berkumpul bersama kawan – kawan disana, tetapi mereka ABSEN Atau mengambil Cuti karena “Efek NO SIGNAL”. hingga terbersit DI hati saya untuk mengisi waktu luang dengan memencet tombol keyboard laptop butut yang saya punya dan menuliskan beberapa kata sebagai ungkapan keluh kesah Bang mis.

Disconnected selama 2 hari membuat Warkop ALYA Sepi pengunjung, Mie yang dibelanjakannya Basi dan tidak laku. Sepulang dari berbelanja, Bang miss berujar sambil mengusap peluh “Masya Allah, Kenapa kamu tidak nyala hari ini ya? Padahal, 110 % Tamu suka sama kamu (sambil menunjuk ke arah Modem), sambil menoleh ke arah saya dia bertanya: ada koneksi? Saya mengelengkan kepala, sambil berbalik arah dia berujar sedih,,Mau saya bawa kemana mie ini? Kalau tidak ada yang beli.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar Menulis Artikel di Blog (Nge-Blog is good way for going away from Online Game)

M
enulis adalah sebuah kegiatan yang terkadang membosankan, ditambah ketika kita kekurangan materi dan kurang membaca. Tapi alangkah sayang kalau tiap pengalaman berharga hanya hilang tiba – tiba, sebatang rokok dan secangkir Kopi Ule kareng membuat suasana menjadi hangat untuk membuka Laptop bututku, walaupun tanpa MP 3 or Winamp,,he heh hehe Loudspeakernya Rusak gan!
Terinspirasi dari kawan – kawan yang sudah punya Blog dan saling berbagi ilmu di jejaring social,,itung – itung ngilangin kebiasaan main Game Online yang tak jelas pangkal ujungnya..(Maklum, pernah di banned sama mas Zynga Texas Hold’Em) .

Saya pernah berpikir dan bertanya pada diri sendiri ,,dialognya seperti ini:
Saya: Mau Nulis apa ya?
Saya : wah, saya juga tidak tahu mau mulai dari mana?
Saya: walahhh mas Taufar gimana sich, gerakkan aja dulu jarinya>>pencet – pencet aja keyboardnya..

Nah, dari percakapan di atas saya mulai termotivasi untuk mengerakkan jari sebisa mungkin agar biasa menyusun kata dan membuat paragraph.
Mulai Tanggal 25 Desember 2011 sudah mulai Blogging, sebuah inspirasi besar dari Murthada Jamaluddin (Owner dari realbeyou.blogspot.com), Muhammad Nasir (Owner Blog dari nasir-zenk.blogspot.com), dan juga Tgk. Iswandi (Master blog 300mb.blogspot.com ) banyak ilmu yang saya dapat kan dari beliau.

Otodidak itulah cara yang saya tempuh untuk mempelajari lebih dalam tentang Ilmu blogging, mulai berguru dari Mbah google juga sampe nanya tetangga sebelah rumah,,Blog yang saya anggap sebagai “apa yang kurasa dan kulakukan itulah yang akan kutulis”. Blog yang saya beri nama The Big Box Of Atjeh, rencananya sich mau saya tukar dengan Kardus Guru (Insya Allah minggu depan akan terealisasii)

Mungkin saya bukan satu-satunya blogger didunia ini yang terkena sindrom malas nulis. Hasil survey saya dari Om google, ternyata udah banyak para blogger yang curhat mengenai penyakit ini, bahkan ada beberapa yang baik hati memberikan tips agar terhindar, ataupun kalau penyakitnya udah akut, diberi obat berupa motivasi agar bisa semangat nulis kembali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Manusia Anti Sinetron

S
elesai shalat magrib dilanjutkan dengan makan malam, wuuuh enaknya Kuah pliek Plus Ikan asin,,kucoba menghidupkan televisi untuk melihat berita up to date hari ini, ternyata duluan si kecil yang megang kendali alias memegang remote kontrolnya. Tidak ada satupun berita yang bias dinikamti melainkan sinetron – sinetron yang hampir setiap malam tayang di stasiun TV.Tak ayal adegan yang tidak wajar dipraktekkan oleh kaum adam dan kaum hawa yang bukan muhrim seakan boleh dipraktekkan dikehidupan sehari – hari. Peran antagonis yang super lebay pun ditampilkan dengan melakukan segala cara untuk memuaskan nafsunya.

Pacaran , selingkuh dan perceraian dihidangkan dengan berbagai metode. Sadar walaupun tidak efek otak mulai merekam hal – hal aneh tersebut.Sinetron laga yang ada pun tak jauh beda, berkelahi, perang dan pertengkaran yang tiada Ujung juga sangat mempengaruhi si penontonnya. HEBATnya lagi, sinetron atau ayeum mata itu menghanyutkan mereka dalam khayalan. Kehidupan mewah yang ditayangkan membuat Fans – fans Sinetron tak ingin– melewatkan sineron tersebut,,wah wah wah seakan malam tidak indah jika tanpa ditemani sinetron.adegan yang diputar pun ternyata mengandung banyak sisi negative,apalagi buat anak – anat yang masih dibawah umur.

Balee Beut (balai pengajian ) yang hampir di setiap daerah muridnya mulai berkurang itu juga sebuah pertanda bahwa pengaruh sinetron sudah benar – benar mempengaruhi aneuk miet (Anak – anak kecil) mulai dari gampong sampai dengan perkotaan.mereka rela meninggalkan Tempat dimana mereka akan dibina hanya dengan mengikuti sinetron yang belum mereka tahu kemana arah tujuannya,,(apalagi sinetron dengan 250 kali tayang atau lebih)

Saya pernah punya kenangan 15 tahun silam, ketika saya masih menuntut ilmu di sebuah Balee beut di Desa Tanjung, walaupun saya paling anti dengan sinetron tapi saya tidak anti yang namanya “Piala Dunia”. Nah pastinya “cabut” dari balai pengajian adalah cara yang dulu saya anggap pantas, saking asyik nonton babak kedua tanpa sadar kami di panggil oleh guru kami (Tgk. Ibrahim), kami pun mengambil langkah seribu. Esok malam kami ditugaskan untuk membersihkan WC dan pekarangan Balee sebagai hukuman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS