RSS

Jangan Dengar Kata Orang (Puisi Tentang hilangnya sebuah Telinga)

I
ni adalah kesombongan orang buta
Ketika ia berada agak di atas sana
Bukan, bukan ia pemimpinnya
Ia hanya wanita yang bermulut tebal
Dan ingin selalu dekat dengan pak Kepala
Aku sempat mendengar ujarannya:

Ia berkata--tak usah dengarkan kata orang
Yang penting kita bekerja, niat baik saja
Niat baik dan tujuan baik, cukup saja
Dengar kata orang lain percuma, tak berguna
Itulah yang dia percaya!



Aku ada di belakang ketika dia bicara
Baru saja kita keluar dari sebuah pertemuan
Dipaparkan sebuah anggaran dan saran
Selalu bicara anggaran minus evaluasi kerja
Program kerja yang selalu benar adanya
Tak perlu mengundang tetangga bicara
Ini hal yang biasa, cuma kebanyakan bumbu
Beberapa gelas narciss juga terhidang
Aku tidak suka! Adanya aku, terpaksa

Siapa suka dia?
Ia juga manusia biasa, aneh apa!
Sepuluh tambah berapa sama dengan nelangsa
Mengikuti dan diikuti dia jadi perkara
Dia mengandalkan mulutnya saja
Tanpa telinga, tanpa telinga, dan buta
Aku tidak suka

sumber: Nugroho Khaironi (seorang Guru Bahasa Inggris)
Mahoni Selatan
Bojonegoro, East Java 62171
Indonesia

Related Posts by Categories

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Silahkan Anda Memberikan Komentar Mengenai tulisan saya pada Kotak Komentar di Bawah